WhatsApp Image 2026-07-09 at 09.26.18

TUBAN, PORTALTUBAN.ID – Warga di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, diresahkan dengan adanya teror ribuan lalat hitam yang menyerbu ke pemukiman mereka. Lalat-lalat tersebut diduga berasal dari kandang ayam petelur milik bumdes yang berjarak sekitar tujuh puluh meter dari rumah warga.

Merasa aktivitas dan usaha mereka terganggu, warga menuntut agar kandang ayam itu segera dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh dari permukiman.
‎
Beginilah suasana yang terjadi di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Ribuan lalat hitam memenuhi warung makan, rumah warga, hingga fasilitas umum, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
‎
Dalam rekaman video amatir milik warga, lalat terlihat mengerumuni meja makan, minuman, dan berbagai peralatan di warung, membuat suasana menjadi kotor dan tidak nyaman.
‎
Akibat kondisi tersebut, sejumlah pemilik warung mengaku mengalami penurunan pendapatan karena banyak pelanggan memilih tidak datang lantaran merasa tidak nyaman dengan banyaknya lalat.
‎
Tak hanya mengganggu usaha warga, serangan lalat juga mulai merambah lingkungan sekolah di desa setempat. Proses belajar mengajar disebut ikut terganggu karena siswa harus berulang kali mengusir lalat yang berterbangan di dalam kelas.
‎
Warga menyebut, teror lalat baru muncul sejak kandang ayam petelur milik bumdes beroperasi sekitar tiga bulan lalu. Mereka juga mengaku tidak pernah mendapat sosialisasi terkait pendirian kandang tersebut.
‎
Merasa aspirasinya belum mendapat tanggapan, warga kemudian meminta pendampingan lembaga bantuan hukum untuk mengawal permasalahan ini.

Mereka juga telah melakukan audiensi dengan pihak Bumdes dan Kecamatan, serta meminta KPRD Kabupaten Tuban turun tangan memfasilitasi penyelesaian konflik.
‎
Sebagai bentuk protes, warga beramai-ramai mendatangi lokasi kandang ayam petelur. Mereka menuntut agar kandang dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh dari permukiman demi menghilangkan teror lalat yang mereka alami setiap hari.
‎
“diwarung saya banyak lalat banyak pelanggan yang komplen sejak ada kandang ayam di belakang. endak ada sosialisasi, setiap hari ada lalat. harapannya harus di pindah gitu aja biar lalatnya endak banyak. pelanggan juga menurun gara gara lalat ini,” ujar Rumiati, warga.
‎‎
‎Sementara itu, di lokasi yang sama, Ketua Bumdes Tuwiri Wetan, Sagaf, membantah tuduhan warga. Ia mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah serta di balai desa. Dirinya pun bersikukuh untuk tetap mempertahankan kandang ayam tersebut di lokasi yang sama.
‎‎
“keluane mungkin terkait lalat ya? iya. jadi memang kemarin itu ada lalat, mungkin sekitar 1 bulan lalu. dan itu sudah kami lakukan pembersihan, bisa dilihat itu, kami pinggirkan agar kotoran kering, agar larva-larva lalat itu mati di situ. kalau sosialisasi itu yang tahu prosesnya itu pak camat, karena seluruh bumdes itu nanti koordinasinya sama pak camat. ada dong, kan sudah musdes,” ungkap Sagaf, Ketua Bumdes Tuwiri Wetan.
‎
Meski ada penolakan dari Ketua Bumdes, warga menegaskan akan terus mendesak dan berjuang hingga kandang ayam tersebut dipindahkan.
‎
Warga khawatir, jika kandang tetap beroperasi di sana, teror lalat hitam ini akan terus mengancam kesehatan dan prestasi belajar anak anak mereka.

Pilihan Redaksi

Baca Juga