WhatsApp Image 2026-10-10 at 10.59.07

LAMONGAN, PORTALTUBAN.ID — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Lamongan di kancah internasional.

Achmad Faried Irfany, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), FakultasIlmuSosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Scientific Oration Video dalam THE SEVENTH ACEC: International Student Competition 2026 Di Univeristas Sebelas Maret Solo

Prestasi tersebut diraih Faried melalui proses persiapan yang dilakukan sejak jauh-jauh hari. Dalam kompetisi tersebut, ia mengangkat isu kewarganegaraan ekologis (ecological citizenship).

Topik tersebut dipilih untuk menyampaikan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab warga negara terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Faried tidak hanya mempersiapkan materi yang akan disampaikan, tetapi juga berusaha memperdalam isu yang diangkat agar gagasan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Proses persiapan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi dirinya untuk mengembangkan kemampuan sekaligus berani membawa isu kewarganegaraan ke tingkat internasional.

Setelah berhasil meraih Bronze Medal, Faried mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menyadari bahwa prestasi yang diraih tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya dosen pembimbing dan keluarga yang terus memberikan arahan, doa, serta motivasi selama proses mengikuti kompetisi.

“Tentunya saya sangat bersyukur atas prestasi ini. Saya juga berterimakasih kepada dosen pembimbing yang selalu mengarahkan selama proses persiapan. Terima kasih juga kepada ayah dan ibu yang selalu memberikan doa, dukungan, dan motivasi,” ujar Faried.

Bagi Faried, pencapaian tersebut bukan menjadi akhir dari perjalanan. Raihan Bronze Medal justru menjadi motivasi untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan kembali mengikuti berbagai kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Ia berharap ke depan dapat terus memberikan prestasi sekaligus membawa nama Lamongan dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ke kancah yang lebih luas.

Menurutnya, prestasi mahasiswa tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengharumkan nama daerah, almamater, dan Indonesia.

“Harapannya tentu jangan sampai berhenti di sini. Saya ingin terus belajar, terus bersaing, dan berusaha membawa serta membanggakan nama Lamongan dan UNESA di kancah internasional,” ungkapnya.

Dari Lamongan, berproses di UNESA, dan berprestasi di panggung internasional. Langkah Faried menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah memiliki kesempatan untuk bersaing, membawa gagasan, serta mengharumkan nama daerah dan almamater hingga ke tingkat internasional.

Pilihan Redaksi

Baca Juga