JMV Soenarjo, Produktif Menulis Sastra Jawa

Thu, 20 Aug 2026 11:38:01pm
Screenshot_20260820_232831_WhatsApp

BOJONEGORO, PORTALTUBAN.ID – Bagi penikmat sastra jawa, nama JMV Soenarjo sudah cukup familiar. Sebagian mungkin menjadi penggemar dan menunggu karya pria sepuh yang terus menelurkan tulisan sastra jawa diberbagai media berbahasa jawa maupun novel jawa itu. 
 
“Menulis menjadi kegiatan menyenangkan setelah purna tugas guru. Mengasah otak untuk refresing,” kata JMV Sonarjo. 
 
Di usianya yang genap 74 tahun pada 9 Agustus lalu itu menulis menjadi kesibukan dan hiburan yang mengasyikan. Waktu menulis dijadwal pagi sekitar jam 9.00- 11.30 dan dilanjutkan sore hari jam 14.00 sampai 16.00 WIB. 
 
Untuk jenis tulisan, Mbah Naryo sapaan akrabnya, mengaku tidak hanya terpancang pada satu genre. Semua genre digarapnya dari genre remaja, detektif, horror, humor dan lainnya. 
 
Baginya tidak ada kata sulit karena semua yang menjadi pengamatan dalam keseharian atau tutur pengalaman dari orang lain bisa menjadi inspirasi dan bahan tulisan. 
 
“Hanya untuk mematangkan tulisan seringkali butuh reprensi agar tulisan lebih hidup dan selaras dengan tema cerita,” ujar kakek yang tinggal di Jalan Lisman No 64. Bojonegoro ini. 
 
Mengawali menulis sejak pensium sebagai guru PND pada 1 September 2013, sudah sekitar 13 tahun lebih menggeluti dunia kepenulis sastra jawa. 
 
“Pertama kali tulisan saya termuat di majalah Jaya Baya. Judulnya ‘Aji-Aji Jaran Goyang” di Jaya Baya no. 29 Minggu III  Maret 2013,” terang Mbah Naryo mengenang. 
 
Dari pemuatan awal itu memantik semangat dan rasa percaya dirinya untuk terus menulis. Pilihannya jatuh untuk menseriusi sastra jawa karena selain menjadi bahasa keseharian juga terdorong keinginan turut melestarikan bahasa jawa. 
 
Tulisan-tulisanya berupa Cerkak (Cerita Cekak) Cerbung (Cerita Bersambung) Geguritan (puisi) dan lainnya terus bermunculan di media berbahasa jawa seperti Jaya Baya, Panjebar Semangat, Djaka Lodhang dan lainnya. 
 
Setiap karya yang sudah dimuat di majalah selalu didokumentasi dengan rapi. Sudah ratusan karya yang dihasilkan. Cerkak yang sudah di muat di Jaya Baya sebanyak 65 buah, di Panjebar Semangat 10 buah, di Djaka Lodhang 35 buah dan geguritan 14 buah. 
 
Selain itu kakek yang juga aktif di Sanggar Sastra Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB) ini  sudah menerbitkan beberapa buku yang sebagian besar merupakan novel jawa. 
 
Beberapa judul novel  yaitu “Kunci Duplikat” (agustus 2019), antologi cerkak “Aji-Aji Jaran Goyang”(April  2020), “Mendhung Sumilak” (1 Mei 2020), “ABG” (April 2022), “SOS” (April 2023), “Kembar (Arum-arume Blangreng Kembang Kopi)” (Februari 2025), Novel Antologi cerita alaming lelembut  “Arwah sing Padha Nglambrang”  (Januari 2026) lan novel bahasa Indonesia “Cinta Monyet Cintanya Anak Ingusan” (Februari 2025). Selain itu masih ada hasil tulisannya terhimpun di buku antologi bersama dengan para sastrawan jawa lainnya.
 
Sebagian novel JMV Soenarjo sudah menjadi bahan skripsi para mahasiswa sastra jawa. 
 
“Ada kepuasan bathin tak ternilai saat novel saya menjadi rujukan para mahasiswa untuk bahan skripsi,” cetus kakek beristrikan LKusia Sriminasih dengan 3 anak dan 5 cucu ini.

Pilihan Redaksi

Baca Juga